DAGAN — Menindaklanjuti arahan dari kegiatan sosialisasi penanggulangan hama sebelumnya, para petani Desa Dagan kembali menunjukkan keguyubannya melalui aksi nyata. Ratusan petani turun serentak ke area persawahan untuk melaksanakan Gerakan Peracunan Tikus Massal pada Jumat siang (25/9), sesaat setelah ibadah sholat Jumat usai.
Aksi turun sawah secara serempak ini merupakan langkah mitigasi awal untuk menekan populasi hama tikus menjelang masa tanam. Menariknya, gerakan ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Pelaksanaan di lapangan dikawal dan dipimpin langsung oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Dagan. Keterlibatan aktif Ketua Gapoktan bertujuan untuk mengoordinasi pergerakan warga agar penaburan umpan racun benar-benar dilakukan serentak dalam satu hamparan luas, guna mencegah hama tikus berpindah ke sawah yang kosong.
Tidak hanya itu, wujud keseriusan penanganan hama di Desa Dagan ini juga mendapat perhatian khusus dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Solokuro. Perwakilan UPT Pertanian turut hadir langsung ke area persawahan Desa Dagan untuk meninjau dan mendampingi jalannya aksi gotong royong tersebut.
Kehadiran pihak UPT Pertanian di lapangan sekaligus untuk memastikan bahwa tata cara pengaplikasian racun yang dilakukan oleh para petani sudah tepat dan sesuai petunjuk teknis. Beberapa SOP yang diawasi meliputi larangan menyentuh racun dengan tangan telanjang, penggunaan media pelindung agar racun tidak cepat menguap, serta penempatan umpan yang berjarak aman dari lubang aktif tikus agar lebih efektif dimakan hama.
Sinergi yang solid antara kesadaran para petani, komando dari Gapoktan, dan pendampingan teknis dari UPT Pertanian Kecamatan Solokuro ini patut diapresiasi. Lewat ikhtiar dan kekompakan bersama ini, diharapkan populasi hama tikus di wilayah pertanian Desa Dagan dapat dikendalikan secara maksimal, sehingga hasil panen di musim tanam ini bisa melimpah ruah dan terhindar dari ancaman gagal panen.