desadagan.id -- Pemerintah Desa Dagan mengadakan pelatihan pengolahan singkong bagi pemuda dan pemudi desa di Pendopo Balai Desa Dagan, Rabu (15/01/20). Pelatihan ini berupa pelatihan pembuatan keripik dan kue dengan berbagai varian rasa berbahan baku komoditas lokal desa yang mudah didapatkan seperti singkong, ubi, pisang, sukun, dan sebagainya.
Kepala Desa Dagan Warjidan, dalam sambutannya mengatakan Desa Dagan memiliki potensi yang luar biasa dalam hal memanfaatkan hasil pertanian, baik dari SDM maupun SDA nya. Macam-macam hasil pertanian dapat diolah menjadi barang yang bermutu serta menambah nilai jual. Seperti pada kegiatan ini, singkong memiliki harga yang sangat murah jika langsung dijual, namun akan naik berkali-kali apabila bisa mengolahnya menjadi produk akhir seperti keripik, kerupuk, kue, dan sebagainya.
“Bulan-bulan kemarin sudah ada pelatihan untuk Ibu-ibu, khususnya bagi pegiat usaha keripik, sekarang gilirannya pemuda desa yang tampil. Pemuda desa jangan sampai tidak bisa memanfaatkan potensi ini, kita harus menjadi desa yang mandiri, bertani sendiri, panen sendiri, mengolah sendiri, dan menjualnya sendiri” tambahnya.
Kegiatan ini sendiri, didanai oleh Pemerintah Desa Dagan melalui Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 yang merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk membina pemuda desa agar lebih mandiri serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Narasumber yang dihadirkan adalah Sri Wahyuni, S.P., owner dari Cv. Lembah Hijau, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang aneka olahan makanan dengan merk dagang “Koko-Nono”.
"bertahun-tahun saya melatih desa maupun kota lain, bahkan ke luar negeri, baru kali ini saya melatih pemuda desa/ Karang Taruna, baru pertama kali, Pemuda Desa Dagan luar biasa semangatnya, luar biasa hasilnya" kata Sri Wahyuni, pengusaha makanan ringan yang sudah mampu menembus pasar internasional tersebut.
Pelatihan pembuatan keripik dipilih lantaran bahan yang dibutuhkan tidak sulit, murah dan melimpah di Desa Dagan. “Makanya kami memberi usulan pembuatan keripik singkong dengan berbagai varian rasa” kata Miftakhul Fathori, Ketua Karang Taruna Budi Mulia Desa Dagan yang ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan.
“Harapan kami Karang Taruna, peserta mampu memproduksi keripik itu untuk dijual kemasyarakat umum, lebih baik lagi jika sampai mampu memunculkan produk unggulan desa yang dapat dipasarkan ke berbagai desa maupun kota” tambahnya.
Sementara itu, peserta kegiatan mengaku mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dari kegiatan ini. “kita dimotivasi, diajari caranya sampai bisa, dikasih tips-tips, dan difasilitasi kelanjutanya oleh pelatih yang profesional dan sangat kompeten dibidangnya, ini luar biasa” kata salah satu peserta kegiatan yang tidak mau disebutkan identitasnya tersebut.
"Kreatif dan inofatif