Dagan, 21 Desember 2025 — Upaya menumbuhkan budaya literasi dan kreativitas menulis di tingkat desa kembali bergema di Desa Dagan. Perpustakaan Dialogy, berkolaborasi dengan Forum Lingkar Pena (FLP) serta didampingi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lamongan, sukses menggelar lokakarya bertajuk “Merangkai Kisah, Mencipta Karya” di aula Balai Desa Dagan. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari beragam latar belakang masyarakat desa, dengan antusiasme yang terasa sejak awal hingga akhir acara.
Lokakarya ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang tumbuh—membekali peserta dengan keterampilan menuangkan ide, pengalaman, dan imajinasi ke dalam karya tulis, khususnya cerpen. Peserta diajak memahami proses kreatif menulis secara utuh: mulai dari menemukan gagasan, merangkai alur, membangun karakter, hingga menyusun diksi yang bermakna.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Dagan, Warjidan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa menulis adalah keterampilan penting yang lahir dari kebiasaan membaca. Ia menggarisbawahi tiga dimensi membaca—membaca buku dan kitab, membaca lingkungan, serta membaca diri sendiri—sebagai fondasi kuat bagi lahirnya karya tulis yang jujur dan bernilai. Harapannya, lokakarya ini menjadi pemantik kepercayaan diri generasi muda desa untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.

Sebagai narasumber, penulis dan pegiat literasi daerah Fitri Areta membagikan pengalaman serta teknik dasar menulis cerita. Materi yang disampaikan mencakup cara menemukan ide cerita, membangun karakter yang hidup, menyusun alur yang menarik, hingga memilih diksi yang tepat. Paparan materi dilengkapi sesi praktik menulis, di mana peserta menuliskan kisah berdasarkan pengalaman pribadi atau imajinasi masing-masing. Suasana berlangsung interaktif, hangat, dan penuh semangat—ditandai dengan diskusi aktif serta keberanian peserta membacakan karyanya.
Salah satu peserta, M. Zainuri Ihsan, mengaku kegiatan ini memberi dorongan baru untuk terus mengasah kemampuan menulis. “Lokakarya ini membuat saya lebih percaya diri untuk menulis dan berkembang,” ujarnya.
Pembina Perpustakaan Desa, Diaz Nawaksara, menilai kegiatan ini berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, lokakarya tidak hanya memotivasi warga untuk gemar membaca dan menulis, tetapi juga membuka ruang penyaluran bakat sastra secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan beberapa karya peserta serta penyerahan sertifikat. Sebagai tindak lanjut, Perpustakaan Dialogy berencana menghimpun karya-karya peserta dalam sebuah antologi—sebagai bentuk apresiasi sekaligus komitmen berkelanjutan.
Melalui lokakarya “Merangkai Kisah, Mencipta Karya”, Perpustakaan Dialogy Desa Dagan meneguhkan perannya sebagai penggerak literasi—menyalakan harapan, menumbuhkan kreativitas, dan mempersiapkan masyarakat desa menghadapi masa depan dengan pena, gagasan, dan keberanian berkarya.